Monday, January 12, 2015

Begini rasanya makan SATE BUAYA...

Ketika sedang singgah/ melakukan travelling ke suatu daerah yang belum pernah kita kunjungi, selain foto-foto dan bernarsis ria 8-)  pastinya kita tidak akan meluangkan kesempatan untuk mencicipi makanan khas di daerah tersebut dengan sia-sia kan.. Apalagi di negeri tercinta kita ini, Indonesia yang sudah terkenal kaya akan keragaman budaya dan wisata kulinernya.
Nah, kali ini saya ingin berbagi cerita tentang beberapa makanan khas dan unik yang pernah saya cicipi selama tinggal di beberapa kota di Indonesia.
1. PAPEDA
Papeda merupakan makanan khas daerah Indonesia timur yaitu Maluku dan Papua. Papeda ini terbuat dari tepung sagu yang kemudian diolah hingga menjadi bubur. Tekstur dari bubur papeda tidak seperti bubur kacang hijau atau bubur ketan ya.. Teksturnya sangat lengket dan lebih menyerupai lem dengan rasa yang hambar. Kalau tidak terbiasa makan makanan seperti ini pasti merasa geli dah bahkan tidak mau mencicipinya. Hehe.. Saya sendiri pernah mencicipi makanan ini ketika tinggal di Jayapura, Papua. Rasanya?? Kenyal-kenyal gitu deh.. :mrgreen: Papeda ini biasa disajikan bersama ikan tongkol, atau ikan gabus dan sambal. Penasaran ingin mencoba??
sumber : id.wikipedia.org

2. SATE BUAYA
Ini nih..makanan paling ekstrim yang pernah saya makan. Saya kurang paham, makanan jenis ini termasuk dalam kategori makanan khas suatu daerah atau bukan. Yang pasti, saya pernah "tanpa sengaja" memakan hidangan ini saat masih di Jayapura. Tepatnya ketika ada acara EXPO di salah satu daerah disana. Bentuk dari sate buaya ini tidak jauh beda dengan sate-sate pada umumnya. Tapi, ketika dimakan, dagingnya terasa lebih alot dan keras. Perlu perjuangan extra keras untuk bisa melunakkan daging ini. Dari sinilah, saya beserta keluarga menyadari bahwa makanan tersebut bukan jenis makanan biasa. Dan setelah keluar dari stand tersebut, barulah kita tahu bahwa yang kita makan tadi adalah SATE BUAYA!! sodara-sodara.. :roll: Jangan tanya bagaimana rasanya ya?? saya sudah tidak ingat sama sekali. Karena ini saya alami saat masih berumur sekitar 5-6 tahunan. Berani mencoba??  8-O
sumber : id.wikipedia.org
3. BEKICOT/ 02
Anda tahu bekicot? Bekicot adalah hewan berlendir sejenis siput yang biasa hidup di sawah. Di daerah ortu saya Ngawi, hewan ini bisa diolah menjadi makanan yang super ueenaaakk.. Memang sedikit menggelikan sih. Karena saat memakannya pasti kita masih mengingat bentuk mentahnya yang kenyal-kenyal berlendir. Hiiyy... Tapi setelah diberi bumbu rempah-rempah khas jawa timur, dan diberi sensasi pedas, pasti mampu deh melupakan kondisi awal hewan tersebut. Hehe..  Bekicot 02 ini menjadi makanan favorit dan yang paling dicari suami saya saat pulang kampung. Karena di Makassar, tidak ada makanan khas seperti ini. *ngecezz* Tapi sekarang makanan bekicot 02 hampir langka di Ngawi. Hanya beberapa warung saja yang menjualnya. :(

Sumber : id.wikipedia.org

4. KAPURUNG
Kapurung adalah makanan khas daerah Sulawesi Selatan. Saya mengenal makanan khas ini sejak berdomisili  di Makassar. Bahan utama kapurung hampir sama dengan Papeda, yaitu terbuat dari tepung sagu yang diolah hingga bertekstur kenyal, lengket dan seperti lem. Yang membedakan adalah, penyajian kapurung ini dicampur dengan berbagai macam sayur-sayuran beserta ikan/udang/ayam (tergantung selera). Awalnya saya merasa aneh juga dengan makanan campur aduk ini, tapi karena ibu-ibu disini sering ramai-ramai memasak Kapurung, akhirnya saya pun ketagihan. Rasanya??? Mantabzz!!!
Makanan Khas Sulawesi Selatan, Kapurung

Cara mengolah Kapurung >> Cek disini

Nah, semoga reportase singkat saya tentang makanan unik dari beberapa daerah ini bisa membuat air liur anda menetes (entah geli atau seram. Hehe..) dan penasaran ingin mencobanya.. ^_^
#LoveKulinerIndonesia
#GAWisataDaerahmu
 ***
Postingan ini saya tulis terinspirasi oleh GA  (Giveaway) yang diadakan oleh Mak Olenka di blog backpackology.me miliknya. Inti diadakannya GA ini adalah untuk saling membagikan informasi di jejaring sosial tentang potensi wisata daerah yang belum tergali. Dan kali ini, mak Olenka lebih memfokuskan untuk menggali wisata kuliner makanan khas, unik, dan ekstrim yang ada di Indonesia. Selain mak Olenka, ada beberapa blogger lainnya yang mengadakan GA serupa. Tapi dengan tema yang berbeda-beda. Yuk ikutan..
Mari berbagi cerita demi kemajuan Wisata Indonesia. ;)
Capcuzz ke link dibawah ini ya..#GAWisataDaerahmu.




Saturday, January 10, 2015

TIPS BUNDA HEBAT

5 #TipsBundaHebat2015 untuk keluarga di tahun 2015 ini adalah :

1. Mengajarkan dan memberi pemahaman kepada anak akan kepedulian dan tanggung jawab terhadap tubuhnya sendiri.
Dimulai dari hal-hal kecil :
  • menjaga kebersihan badan (cuci tangan sebelum makan minum, mandi 2x sehari, gosok gigi sbelum tidur.)
  • membiasakan makan tepat waktu dan tidak menahan perut dalam keadaan lapar
  • mengingatkan untuk berhati-hati ketika bermain
2. Mengenalkan pentingnya agama untuk dipraktekan dalam kehidupan sehari hari. Misal,
  • membiasakan membaca doa sebelum dan sesudah beraktivitas (makan, tidur, belajar, dsb.)
  • membiasakan anak untuk mengucapkan salam ketika masuk rumah
  • menambah hafalan doa dan surat-surat pendek dengan metode yang fun dan menyenangkan
3. Mengajarkan perilaku sopan santun terhadap orang yang lebih tua, dengan cara membiasakan memberi salam dan cium tangan serta berkata baik dan sopan.
4. Memberi pemahaman tentang kata "Maaf" kepada anak ketika mengalami konflik dengan orang tua ataupun dengan teman bermainnya. Dan membiasakan anak untuk mengucap "Terimakasih" ketika menerima bantuan atau barang dari orang lain.
5. Selalu mengajak anak berkomunikasi heart to heart dan mereview aktivitas harian sebelum mereka beristirahat di malam hari.
Semoga beberapa tips diatas bisa berguna bagi Orang tua dan anak, serta khususnya kita sebagai Mommy Bunda bisa menjadi Ibu yang lebih bijak di tahun 2015. Aammiinn..  8-)
=========================================
Tulisan ini diikutkan kuiz yang diadakan oleh Larutan Cap Kaki Tiga Anak --> #TipsBundaHebat2015


Wednesday, January 7, 2015

[GIVEAWAY] Kado Terindah Terimakasih untuk Sahabat-sahabatku

Siapa saja yang bisa membuatmu bahagia selain orangtua, keluarga, dan pasanganmu? Saya pastikan, anda menjawab S.A.H.A.B.A.T.
Yapz!
Sahabat adalah teman yang berani membantumu tetap berdiri walau dunia ingin menjatuhkanmu.
Sahabat adalah teman yang berani menamparmu dengan sangat keras untuk menyadarkanmu dari kesalahan.
Sahabat adalah teman yang pernah hadir membawa kebahagiaan, keceriaan, dan segala polemik kehidupannya.

Di tahun 2008, selepas dari bangku kuliah, saya dan beberapa sahabat mulai berpencar kembali ke daerah masing-masing. Saya sendiri memilih untuk merantau ke Kota Bandung dan bekerja di salah satu perusahaan Konsultan Bangunan. Alhamdulillah, beberapa sahabat saya ada yang sudah diterima PNS, dan ada pula yang bekerja di perusahaan Swasta yang berlokasi di Jakarta. Berawal dari sinilah, kami mulai lost contact. Social media seperti Facebook, Twitter, path, dan lain sebagainya belum seheboh sekarang. Hanya friendster dan Yahoo Messenger yang ngehits saat itu. Itupun hanya beberapa saja dari mereka yang memanfaatkan socmed ini. Karena lagi-lagi kesibukan aktivitas yang padat dimana bekerja di dunia proyek bangunan dituntut kerja seperti superman, kami benar-benar tidak ada waktu untuk sekedar saling sapa. (atau jangan-jangan saya yang terlalu sombong :-(  ) Tapi, memang begitulah faktanya.
Di pertengahan tahun 2010, saya menerima lamaran dari seorang pria dan memutuskan untuk menikah. Disini, saya ingin sekali berbagi kebahagiaan dengan mereka. Karena merekalah yang tahu bagaimana "perjuangan cinta" seorang Lusi di jaman dulu hingga sampai titik ini.
Mendekati hari H pernikahan, undangan mulai disebar. Saya pun segera mengirimkan beberapa undangan ke sahabat-sahabat saya. Sebagian ada yang memang hanya saya tag melalui akun Facebook. Namun ada juga yang saya kirim langsung melalui jasa pengiriman. Ada harapan mereka bisa hadir di acara pernikahan saya. Tapi, mengingat lokasi kota kami yang berjauhan dan karena kesibukan profesi masing-masing, saya maklumi keadaan itu. Saya hanya berharap mereka berkenan mendoakan saya di acara sakral ini, yang InsyaAllah hanya dilakukan sekali seumur hidup. Aammiinn..


Sehari sebelum hari H, saya dikejutkan oleh Kurir JNE yang tiba-tiba datang ke rumah membawa sebuah paket. Ketika saya baca alamat pengirimnya dari seseorang di Jember, saya pun tergesa-gesa untuk segera membuka paket tersebut. Seketika, rasa haru menyeruak. Sahabat terbaik saat kuliah, memberi sebuah kado istimewa untukku. Sebuah buku yang berjudul "KADO TERINDAH SANG PENGANTIN" dan permohonan maafnya karena tidak bisa hadir di acara pernikahanku. Terimakasih ya Sist.. :-) Alhamdulillah kado ini sangat bermanfaat sekali untukku. Saya dan suami belajar banyak tentang cara membina keharmonisan rumah tangga melalui buku ini. Semoga suatu saat kita diberi kesempatan untuk bisa bertemu lagi ya..  :oops:

Besok harinya, ketika acara resepsi dilaksanakan, saya dikejutkan lagi oleh dua orang sahabat yang muncul di acara pernikahanku. Mereka sudah bersedia datang jauh-jauh dari Kediri dan Ponorogo hanya untuk menghadiri pernikahanku di Ngawi. Oh sayang...Thanks ya.. Maaf, diacara pernikahan kalian masing-masing saya malah tidak bisa datang karena kita sudah terpisah pulau. Hiks..hiks..

Jika mengingat masa-masa itu,
Ada canda, marah, suka, duka, senyum, tangis, bahkan kecemburuan yang sering melanda diantara kita. Semua itu masih tersimpan manis di memoriku, kawan..  :-)
Begitu sulitnya menemukan teman yang tak lupa kita ketika sudah tak lama berjumpa, namun jika kita menemukannya, Mereka itu adalah SAHABAT yang terhebat!  8-)




Wednesday, December 31, 2014

KAPURUNG | Kenyal Kenyal Sedap

Alhamdulillah... Hari ini, Minggu 4 Januari 2015 hanya dalam waktu tiga jam saja, perut saya sudah dipenuhi oleh tiga porsi makanan khas Sulawesi Selatan. 1 Porsi Mie Titi Makassar, dan 2 porsi Kapurung. "Lapar apa lapar Buu..??" Hahahaa.. Mumpung GRATIS kan... *Ngeduplikat tips dari mak Iritz* :D
Bagi pembaca di luar sulawesi mungkin bertanya, Apa sih Kapurung itu??
Kapurung adalah makanan khas Sulawesi Selatan. Tepatnya berasal dari daerah mana, saya sendiri juga kurang paham. Ada yang mengatakan makanan asli khas Luwu, tapi ada juga yang mengatakan asli dari Palopo. Entahlah... Yang pasti bukan asli Ngawi, Jawa Timur. :p

Kapurung | Kenyal kenyal sedap dan sehat

Kenapa kenyal kenyal?? karena bahan utama dari Kapurung ini adalah tepung Sagu, yang mana ketika tepung sagu ini dilarutkan ke dalam air panas maka adonan tersebut akan mengental dan berubah warna menjadi putih bening. Selain tepung sagu, Kapurung juga didominasi oleh sayur-sayuran dan ikan. Sehingga, Kapurung ini masuk dalam kategori makanan Sehat. Terutama buat ibu hamil dan menyusui, Kapurung ini sangat direkomendasikan. :D
Yuk, intip cara pembuatannya.. ;)
Bahan Utama :
  • Tepung sagu
  • Bayam, daun kacang (boleh diganti/ditambahkan sayuran hijau lainnya seperti, kangkung/ daun katuk)
  • Kacang panjang, dipotong-potong
  • Kemangi, secukupnya
  • Jagung, disisiri
  • Terong (sesuai selera)
  • Jantung pisang, iris tipis (Wajib)
  • Kacang goreng, tumbuk/blender kasar
  • Ikan Layang (boleh diganti ikan lain, seperti cakalang / maero, bisa juga ayam/udang)
  • Air
Bumbu yang diperlukan :
  • Garam, secukupnya
  • Penyedap rasa, secukupnya
Bahan Pelengkap :
  • Sambal (cabe dan tomat sesuai selera)
  • Jeruk limau
Cara membuat bola bola sagu :
1.     Masukkan tepung sagu dan beri sedikit air untuk melarutkan.
2.    Didihkan air, kemudian masukkan sedikit demi sedikit ke dalam adonan sagu. Aduk adonan hingga sagu mengental seperti lem dan berwarna bening.
3.    Setelah adonan sagu mengental, siapkan wadah berisi air digunakan untuk mendinginkan bulatan bulatan sagu.
4.    Ambil adonan menggunakan sumpit / sendok, bentuk bulat-bulat, lalu masukkan ke dalam wadah yang berisi air. Usahakan adonan tidak saling menyatu.
  Langkah-langkah membuat bola bola sagu

Cara mengolah kapurung :

1. Bersihkan ikan lalu rebus bersama kunyit dan sedikit garam untuk menghilangkan bau amis pada ikan. Setelah ikan matang, haluskan ikan atau bisa juga disuwir suwir sesuai selera. Lalu, sisihkan.

2. Didihkan air, masukkan jagung yang sudah disisiri.
3. Setelah jagung sudah mulai lunak dan matang, masukkan semua sayur-sayuran. Bumbui dengan garam atau penyedap rasa sesuai selera. Aduk aduk sampai sayur layu dan matang, kemudian matikan api.

4. Masukkan bola-bola sagu, ikan, dan kacang tanah yang sudah dihaluskan kedalam kuah sayur. Aduk rata.
5. Kapurung pun siap dihidangkan dan nikmat disantap selagi hangat, hmm... Maknyuzzz... :D 


.. SELAMAT MENIKMATI ..
----------&&&---------

Gambar dibawah ini adalah para asisten chef, sedangkan chef utamanya (Mama Rhayni) malu malu kuciang.. :D

Special Bonus :
Jagoan Mama Binta

**Kapurung time ini diadakan oleh Mama Icha dalam rangka menghibur para istri yang sedang ditinggal suami bertugas di Pangkalan Bun dalam misi Pencarian pesawat #AirAsiaQZ8501

Mama Rhayni dan Bunda Kembar, yang sabar yaa.. Semoga suaminya segera bisa pulang ke rumah dalam keadaan sehat walafiat. Aaaminn.. :)


Sunday, December 28, 2014

[Photo Challenge] Vivo Indonesia Capture The Spirit Inside

Ini kali pertama saya mengikuti lomba foto secara online. Saya memang tertarik dengan dunia foto dan gambar. Mungkin karena saya pribadi orangnya hobi selfie kali ya.. haha..  :mrgreen:  Terlepas dari itu, mengekspresikan sesuatu melalui gambar dengan sentuhan artistik memang menjadi kepuasan tersendiri bagi saya. Hal inilah yang membuat tangan saya gatal untuk selalu me-remark hasil jepretan pribadi. Meskipun gambar hanya diambil dari ponsel biasa yang kualitas resolusinya rendah dan jauh beda dibanding kamera DLSR, saya tetap bisa menikmatinya.  ;-)

Back to challenge >> Setelah membaca beberapa persyaratan dan ketentuan lomba, Saya pun mulai mengubek ubek folder galeri. Tersimpan beberapa foto lama yang sepertinya sesuai dengan tema yang disyaratkan, yaitu CAPTURE THE SPIRIT INSIDE.

Berbekal kemampuan photoshop yang pas-pasan dan tidak didukung oleh kualitas gambar yang memadai, saya cukup percaya diri untuk mengikuti perlombaan ini. Bukan hadiah yang saya harapkan, tapi kepuasan ketika hasil jepretan saya berani bersanding dan bersaing dengan banyaknya foto lain yang lebih keren dan ciamik untuk dipandang. Modalnya, Nekat aja wee... Hehee...  :-P

Berikut beberapa foto yang saya lombakan :


Sentuhan Kalbu

Tangan mungil ini.. kelak kan selalu menjagaku..

disaat tubuh ini kian renta..





Sahabat
Jejak langkah kita pernah terukir di satu tempat,
hanya sekejap!
namun tetap kuingat.. 


Tataplah Indonesiaku, Bunda
Terbentang laut yg begitu luas
Tersimpan kekayaan alam yg indah
Lihatlah warna birunya, Bunda
Jernih secerah langit sore ini

Bunda,
Kelak aku besar nanti
Ijinkanku berdiri tegak di barisan terdepan

Untuk menjaga dan membela Indonesiaku Tercinta



Seberat apapun tantangan di medan juang, 
senyum prajurit harus tetap berkembang
Demi Indonesia

Bagaimana menurut teman-teman hasil foto saya?? Gak begitu hancur kan?? Hahaa... Lumayanlah, bagi fotografer amatiran seperti saya ini. Seandainya menang, Alhamdulillah. Tidak pun, juga tak jadi masalah.  :lol:
Oke,, yang berminat untuk mengikuti lomba ini bisa segera meluncur ke Vivo Indonesia. Baca dulu secara lengkap Syarat dan Ketentuannya, kemudian Upload foto disini.
Teman-temanpun bisa memberikan apresiasi berupa VOTE kepada peserta lomba melalui galeri foto. Karena jumlah Vote juga termasuk dalam salah satu penilaian. Dan, kalau teman-teman melihat foto-foto saya seperti diatas, mohon untuk segera di VOTE yaa... AWAS loo kalo nggak!!!  :-x *ngancem modeON*
Program kompetisi foto Beyond Eyes yang diselenggarakan oleh VivoIndonesia ini dilaksanakan pada periode 6 Desember 2014 sampai dengan 11 Januari 2015 untuk unggah (upload) foto. Jadi, terakhir besok ya teman-teman...
Segera berburu foto sekarang juga...
Selamat Berkreasi.... ^_^


Friday, December 12, 2014

JANGAN sekedar Seragam

"Kriiiinngg....kriingg....krriiingg...."  Hooahhmmm.. Alarm hape sudah berkoar koar membangunkan majikannya. Melirik sejenak ke jam dinding yang baru merangkak naik ke angka 2 (dua).

Yapz! Pukul 02.00 WIB dini hari saya dibangunkan paksa oleh si GalFame. Ada beberapa aktivitas yang wajib saya selesaikan di pagi ini. Menyiapkan pakaian suami, Dirgasena, dan saya sendiri. Begitupun dengan perlengkapan apa saja yang kami butuhkan nanti. Suami dan Dirgasena (3thn 10bln) tentunya masih terlelap di peraduan.

Hari ini, Selasa 11 November 2014 kami berencana menghadiri Acara Pelantikan adik kami, Tegar Wahyudiyanto di Solo. Tepatnya di Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo. Suami yang selama ini bertugas di Makassar, rela pulang ke Ngawi menyempatkan waktu untuk acara ini. Sekedar info, Tegar adalah anak bungsu dari tiga bersaudara (Trio Musketeers, karena laki semua :D ) dan suami merupakan anak pertama. Sejak Ibu mertua meninggal sekitar 10 tahun yang lalu dan kemudian disusul Bapak mertua di tahun 2010, Mas-mas nyalah yang berusaha menggantikan peran dan tanggung jawab sebagai Orang Tua (meskipun tentu rasanya beda). :'( Alhamdulillah, satu tugas mereka sudah berhasil yaitu mengantarkan adik bungsunya untuk mengabdi bela negara dengan menjadi TNI Angkatan Udara.  :)

Oke... lanjut ke rencana perjalanan kali ini ya.. Pukul 03.00 pagi, saya bangunkan paksa Dirgasena. Karena memang rencananya kami akan berangkat start dari rumah (Geneng, Ngawi) sekitar pukul 04.30 selesai shalat subuh. Waktu tempuh antara rumah kami ke Solo berkisar 2 (dua) jam-an. Sesuai jadwal yang tertera di undangan, acara akan dimulai pada pukul 08.00 dan para undangan dimohon untuk sudah berada di lokasi 30 menit sebelum acara dimulai.

Tapi apa mau dikata, kami baru meluncur dari rumah sekitar pukul 05.15. Yang bertindak sebagai Juru Kemudi kali ini adalah Bapak saya. Maklumlah..suami belum gape nyetir. Katanya, nunggu kalau sudah punya mobil sendiri aja..Hehe.. So..buat pembaca tulisan ini, Minta Doanya ya, biar kami bisa segera memiliki mobil sendiri. Aammiinn.. ;)

Bismillah.. kamipun meluncur. Namun belum ada setengah perjalanan, Akungnya Dirgasena merasa ada yang salah dengan kondisi mobil yang kami kendarai. Kemudian berhentilah kami di Pom Bensin GondangLegi, Mantingan sembari akung mengecek kembali kondisi mobil. Akung pun tidak menemukan hal yang ganjil di body mobil, dan memutuskan untuk melanjutkan kembali perjalanan kami.

Ketika sudah melewati Sragen dan mulai memasuki kota Solo, kami sudah diliputi rasa was-was. Kenapa tidak?? Waktu sudah menunjukkan pukul 07.15 tetapi kami belum berada di lokasi. Semakin was-waslah kami ketika Akung memberhentikan mobil dipinggir jalan, lalu berkata "Ban e gembos lee...ketoke bocor kena paku". Wadoohh... serempak kita tepok jidat berjamaah.
Bersyukurnya, sekitar 100m dari tempat kami berhenti ada pangkalan tukang tambal ban. Dan Alhamdulillah lagi, hanya kurang dari 5 menit ban sudah REBES!!! alias BERES!! Kok cepet?? Kan pake Tubeless.. Gak ada 5 menit masalah teratasi. Hehe.. ^_^ Lanjuuuttt....
Tepat pukul 07.45 menit kami sampai di Pangkalan. Parkiran sudah penuh oleh kendaraan para keluarga siswa yang lain. Mulai dari Mobil kelas mewah, kelas menengah, hingga Mobil Legendaris pun ada..*tunjuk mobil akung* Xixiixii...

Mobil Legendaris "Akung"


Dan ternyata, sesampainya disana kami sudah dilarang masuk euy... hikz. Padahal kami sudah berusaha lari sprint dari parkiran ke lokasi acara. Mana saya waktu itu pakai high heels pula. *tersiksa* Okelah.. Dilarang masuk tribun tak apa, toh kami masih bisa berkeliaran di sekitar lapangan untuk melihat acara yang sedang berlangsung.

"Tak ada rotan, akar pun jadi. Tak dapat kursi di tribun, ndodok di rumput pun bole..bole..bole.." :p
Upacara pembukaan sudah siap dilaksanakan. Pasukan pembawa bendera merah putih sudah bersiap-siap memasuki lapangan upacara. Berhubung lokasinya dekat sekali dengan saya, sempatkan ambil pict dulu lah ya.. xixii..

Pataka bersiap memasuki lapangan upacara


Baru tahu setelah acara selesai, kalau ternyata salah seorang yang ada disitu adalah Pak ketua kelas saya waktu di SMP. Haha.. dah lama banget gak ketemu ya pakde.. sampai pangling :p Lanjooott...

Setelah upacara pembukaan selesai, sudah resmi dan SAH lah para siswa baru TNI AU ini menyandang predikat sebagai Tentara Angkatan Udara Republik Indonesia. New Soldiers ini pun beranjak lari ke area belakang lapangan. Beberapa menit kemudian.. Terdengar suara derap sepatu para mereka memasuki lapangan dengan seruan,"HAH!! HUH!! HOO!!!" Entah apa sebenarnya yang mereka serukan namun memang hanya suara itu yang bisa saya tangkap dan artikan. Hehe.. Lalu sorak sorai penonton yang sebagian besar merupakan keluarga mulai membahana dan bertepuk tangan.

Mereka pun mulai menunjukkan aksinya. Ada yang bergelantungan di pohon, ada yang meluncur dari seutas tali, ada juga yang sedang memperagakan simulasi penyergapan sarang teroris. Suara "DEBBUUMMM!!!" terdengar sangat kencang ditelinga, begitu juga aroma bubuk mesiu yang menggelitik indera penciuman. Melihat atraksi yang dilakukan para tentara baru ini, memunculkan rasa bangga di hati saya.

Bangga menjadi bagian dari keluarga TNI
Bangga menjadi bagian dari NKRI
Karena merekalah ujung tanduk Pertahanan Negara
Mereka rela ditempatkan di wilayah terpencil Indonesia
Mereka rela menduakan keluarga demi Negara
tetapi,, masih saja ada yang meremehkan mereka dengan sia sia :(

Siswa baru TNI AU berjoged ala Cita Citata

Ada yang unik dan lucu pada performance tentara baru ini. Berjoged ala Cita Citata! Sakitnya tuh disini...didalam hatiku... seerrr seerrr.. Tapi tentunya Joged ala Tentara beda dong dengan jogednya para artis dangdut. Harus saya akui, Joged mereka lebih seksi. hehe.. ^_^v Sebenarnya ingin saya tampilkan videonya di blog ini, tapi apa daya... saya masih pemula dan belum tahu cara memasukkan file video ke dalam postingan. Kalau teman-teman pembaca ada yang mau membantu, silakan tulis komen di bawah postingan ini ya.. Makasih..

Di akhir acara, dimana Tentara baru ini masih di posisi berdiri tegap dan berbaris rapi di lapangan, Komandan Upacara mempersilakan keluarga masuk ke lapangan untuk mencari dan menemukan anak, adik, ataupun sodaranya yang saat itu dilantik. Saya yang saat itu terpisah dari suami dan keluarga yang lain (karena sibuk mendokumentasikan acara) berusaha mencari dan menemukan Tegar seorang diri. Bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. Bagaimana tidak?? Berdiri ratusan tentara dengan postur yang hampir serupa, sama tinggi, sama besar, dan dengan muka yang dicoreng pakai oli hitam. Belum lagi ratusan keluarga undangan yang mulai menyerbu lapangan. Woohooo...rasanya ingin sekali ku lepas ini high heels biar tidak merepotkan pencarian. Tidak berselang lama, Aahaa... akhirnya bisa saya temukan juga tuh bocah. Tapi tidak secara langsung sih, karena yang saya lihat suami, bapak, dan adik ipar saya yang sudah lebih dulu menemukan posisi Tegar. Hahahaa...

Tegar Wahyudiyanto


Rasa haru langsung menyeruak ketika melihat sosoknya pertama kali memakai seragam itu. Mata ini terasa panas seakan akan air mata ini hendak tumpah ruah. Karena yang ada di pikiran saat itu adalah "Oalah Lee...Lee... Di Acara Pelantikanmu saat ini, tak ada Pelukan Bapak dan Ibu yang menemanimu disini. Hanya kami. mbak mas mu dan simbah yang berusaha ada di sini." Tapi kami semua tahu, namamu sudah cukup menggambarkan bahwa kamu lebih TEGAR dibandingkan kami. :)
(ki-ka) Suami, Dirgasena, Panji, Ibu, Tegar, Watik (Adik Ipar), Sigit (Adik Suami)

Trio Musketeers
Ki-ka : Suami (anak pertama), Tegar (anak ketiga), Sigit (anak kedua)



Dengan berakhirnya foto session ini, berakhir pula rangkaian Acara Pelantikan Tentara Tamtama AU Angkatan ke-67. Keluarga di persilakan kembali meninggalkan lapangan upacara. Sedangkan untuk para tentara baru, mereka masih ada himbauan dan pengumuman kejuruan dari pelatih. Jadi, sembari menunggu Tegar menyelesaikan rangkaian acara lainnya, kami pun beristirahat dan makan siang demi mendiamkan cacing-cacing di perut yang sudah berteriak minta makan. :D

Leyeh leyeh disik

Berikut beberapa foto yang diambil setelah Upacara Pelantikan selesai :

Pembagian Barisan sesuai dengan kejuruan masing-masing Dirgasena mejeng sambil ngowoh


Jabat tangan perpisahan dan ucapan Terimakasih kepada para Pelatih

Narsis dulu dengan bocahku

SPECIAL BONUS :
Tegar Wahyudiyanto

 Congratz ya Lee...
Sekarang sudah resmi menjadi Tentara Angkatan Udara Republik Indonesia
Harus lebih Mandiri, Berani, dan Tegas!
Siap ditugaskan dimanapun demi NKRI
Jaga nama baik Keluarga, Almamater, dan Negara
Bukan sekedar Bangga memakai Seragam,
tapi Tanggung Jawab dan Loyalitas terhadap Negara itu harus diutamakan

Andaikata Alm.Bpk & Almh. Ibu bisa merasakan, pasti beliau bangga dengan Bungsunya :)