Siapa saja yang bisa membuatmu bahagia selain orangtua,
keluarga, dan pasanganmu? Saya pastikan, anda menjawab S.A.H.A.B.A.T.
Yapz!
Sahabat
adalah teman yang berani membantumu tetap berdiri walau dunia ingin
menjatuhkanmu.
Sahabat
adalah teman yang berani menamparmu dengan sangat keras untuk
menyadarkanmu dari kesalahan.
Sahabat
adalah teman yang pernah hadir membawa kebahagiaan, keceriaan, dan segala
polemik kehidupannya.
Di tahun 2008, selepas dari bangku kuliah, saya dan beberapa
sahabat mulai berpencar kembali ke daerah masing-masing. Saya sendiri
memilih untuk merantau ke Kota Bandung dan bekerja di salah satu
perusahaan Konsultan Bangunan. Alhamdulillah, beberapa sahabat saya ada yang
sudah diterima PNS, dan ada pula yang bekerja di perusahaan Swasta yang
berlokasi di Jakarta. Berawal dari sinilah, kami mulai lost
contact. Social media seperti Facebook, Twitter, path, dan lain
sebagainya belum seheboh sekarang. Hanya friendster dan Yahoo Messenger yang
ngehits saat itu. Itupun hanya beberapa saja dari mereka yang memanfaatkan socmed ini. Karena lagi-lagi kesibukan
aktivitas yang padat dimana bekerja di dunia proyek bangunan dituntut kerja
seperti superman, kami benar-benar tidak ada waktu untuk sekedar saling sapa.
(atau jangan-jangan saya yang terlalu sombong :-( ) Tapi, memang
begitulah faktanya.
Di pertengahan tahun 2010, saya menerima lamaran dari
seorang pria dan memutuskan untuk menikah. Disini, saya ingin sekali
berbagi kebahagiaan dengan mereka. Karena merekalah yang tahu bagaimana
"perjuangan cinta" seorang Lusi di jaman dulu hingga sampai
titik ini.
Mendekati hari H pernikahan, undangan mulai disebar. Saya pun
segera mengirimkan beberapa undangan ke sahabat-sahabat saya. Sebagian ada yang
memang hanya saya tag melalui akun Facebook. Namun ada juga yang saya kirim
langsung melalui jasa pengiriman. Ada
harapan mereka bisa hadir di acara pernikahan saya. Tapi, mengingat lokasi
kota kami yang berjauhan dan karena kesibukan profesi masing-masing,
saya maklumi keadaan itu. Saya hanya berharap mereka berkenan mendoakan
saya di acara sakral ini, yang InsyaAllah hanya dilakukan sekali seumur
hidup. Aammiinn..
Sehari sebelum hari H, saya dikejutkan oleh Kurir JNE yang
tiba-tiba datang ke rumah membawa sebuah paket. Ketika saya baca alamat
pengirimnya dari seseorang di Jember, saya pun tergesa-gesa untuk
segera membuka paket tersebut. Seketika, rasa haru menyeruak. Sahabat
terbaik saat kuliah, memberi sebuah kado istimewa untukku. Sebuah buku yang berjudul
"KADO TERINDAH SANG PENGANTIN" dan permohonan maafnya karena tidak
bisa hadir di acara pernikahanku. Terimakasih ya Sist.. :-) Alhamdulillah kado
ini sangat bermanfaat sekali untukku. Saya dan suami belajar banyak tentang
cara membina keharmonisan rumah tangga melalui buku ini. Semoga suatu
saat kita diberi kesempatan untuk bisa bertemu lagi ya.. :oops:
Besok harinya, ketika acara resepsi dilaksanakan, saya
dikejutkan lagi oleh dua orang sahabat yang muncul di acara pernikahanku.
Mereka sudah bersedia datang jauh-jauh dari Kediri dan Ponorogo hanya untuk
menghadiri pernikahanku di Ngawi. Oh sayang...Thanks ya.. Maaf, diacara
pernikahan kalian masing-masing saya malah tidak bisa datang karena
kita sudah terpisah pulau. Hiks..hiks..
Jika mengingat masa-masa itu,
Ada canda, marah, suka, duka, senyum,
tangis, bahkan kecemburuan yang sering melanda diantara kita. Semua itu
masih tersimpan manis di memoriku, kawan.. :-)
Begitu sulitnya menemukan teman yang tak lupa kita ketika sudah
tak lama berjumpa, namun jika kita menemukannya, Mereka itu adalah
SAHABAT yang terhebat! 8-)


No comments:
Post a Comment