Wednesday, January 7, 2015

[GIVEAWAY] Kado Terindah Terimakasih untuk Sahabat-sahabatku

Siapa saja yang bisa membuatmu bahagia selain orangtua, keluarga, dan pasanganmu? Saya pastikan, anda menjawab S.A.H.A.B.A.T.
Yapz!
Sahabat adalah teman yang berani membantumu tetap berdiri walau dunia ingin menjatuhkanmu.
Sahabat adalah teman yang berani menamparmu dengan sangat keras untuk menyadarkanmu dari kesalahan.
Sahabat adalah teman yang pernah hadir membawa kebahagiaan, keceriaan, dan segala polemik kehidupannya.

Di tahun 2008, selepas dari bangku kuliah, saya dan beberapa sahabat mulai berpencar kembali ke daerah masing-masing. Saya sendiri memilih untuk merantau ke Kota Bandung dan bekerja di salah satu perusahaan Konsultan Bangunan. Alhamdulillah, beberapa sahabat saya ada yang sudah diterima PNS, dan ada pula yang bekerja di perusahaan Swasta yang berlokasi di Jakarta. Berawal dari sinilah, kami mulai lost contact. Social media seperti Facebook, Twitter, path, dan lain sebagainya belum seheboh sekarang. Hanya friendster dan Yahoo Messenger yang ngehits saat itu. Itupun hanya beberapa saja dari mereka yang memanfaatkan socmed ini. Karena lagi-lagi kesibukan aktivitas yang padat dimana bekerja di dunia proyek bangunan dituntut kerja seperti superman, kami benar-benar tidak ada waktu untuk sekedar saling sapa. (atau jangan-jangan saya yang terlalu sombong :-(  ) Tapi, memang begitulah faktanya.
Di pertengahan tahun 2010, saya menerima lamaran dari seorang pria dan memutuskan untuk menikah. Disini, saya ingin sekali berbagi kebahagiaan dengan mereka. Karena merekalah yang tahu bagaimana "perjuangan cinta" seorang Lusi di jaman dulu hingga sampai titik ini.
Mendekati hari H pernikahan, undangan mulai disebar. Saya pun segera mengirimkan beberapa undangan ke sahabat-sahabat saya. Sebagian ada yang memang hanya saya tag melalui akun Facebook. Namun ada juga yang saya kirim langsung melalui jasa pengirimanAda harapan mereka bisa hadir di acara pernikahan saya. Tapi, mengingat lokasi kota kami yang berjauhan dan karena kesibukan profesi masing-masing, saya maklumi keadaan itu. Saya hanya berharap mereka berkenan mendoakan saya di acara sakral ini, yang InsyaAllah hanya dilakukan sekali seumur hidup. Aammiinn..


Sehari sebelum hari H, saya dikejutkan oleh Kurir JNE yang tiba-tiba datang ke rumah membawa sebuah paket. Ketika saya baca alamat pengirimnya dari seseorang di Jember, saya pun tergesa-gesa untuk segera membuka paket tersebut. Seketika, rasa haru menyeruak. Sahabat terbaik saat kuliah, memberi sebuah kado istimewa untukku. Sebuah buku yang berjudul "KADO TERINDAH SANG PENGANTIN" dan permohonan maafnya karena tidak bisa hadir di acara pernikahanku. Terimakasih ya Sist.. :-) Alhamdulillah kado ini sangat bermanfaat sekali untukku. Saya dan suami belajar banyak tentang cara membina keharmonisan rumah tangga melalui buku ini. Semoga suatu saat kita diberi kesempatan untuk bisa bertemu lagi ya..  :oops:

Besok harinya, ketika acara resepsi dilaksanakan, saya dikejutkan lagi oleh dua orang sahabat yang muncul di acara pernikahanku. Mereka sudah bersedia datang jauh-jauh dari Kediri dan Ponorogo hanya untuk menghadiri pernikahanku di Ngawi. Oh sayang...Thanks ya.. Maaf, diacara pernikahan kalian masing-masing saya malah tidak bisa datang karena kita sudah terpisah pulau. Hiks..hiks..

Jika mengingat masa-masa itu,
Ada canda, marah, suka, duka, senyum, tangis, bahkan kecemburuan yang sering melanda diantara kita. Semua itu masih tersimpan manis di memoriku, kawan..  :-)
Begitu sulitnya menemukan teman yang tak lupa kita ketika sudah tak lama berjumpa, namun jika kita menemukannya, Mereka itu adalah SAHABAT yang terhebat!  8-)




No comments:

Post a Comment