Friday, December 12, 2014

JANGAN sekedar Seragam

"Kriiiinngg....kriingg....krriiingg...."  Hooahhmmm.. Alarm hape sudah berkoar koar membangunkan majikannya. Melirik sejenak ke jam dinding yang baru merangkak naik ke angka 2 (dua).

Yapz! Pukul 02.00 WIB dini hari saya dibangunkan paksa oleh si GalFame. Ada beberapa aktivitas yang wajib saya selesaikan di pagi ini. Menyiapkan pakaian suami, Dirgasena, dan saya sendiri. Begitupun dengan perlengkapan apa saja yang kami butuhkan nanti. Suami dan Dirgasena (3thn 10bln) tentunya masih terlelap di peraduan.

Hari ini, Selasa 11 November 2014 kami berencana menghadiri Acara Pelantikan adik kami, Tegar Wahyudiyanto di Solo. Tepatnya di Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo. Suami yang selama ini bertugas di Makassar, rela pulang ke Ngawi menyempatkan waktu untuk acara ini. Sekedar info, Tegar adalah anak bungsu dari tiga bersaudara (Trio Musketeers, karena laki semua :D ) dan suami merupakan anak pertama. Sejak Ibu mertua meninggal sekitar 10 tahun yang lalu dan kemudian disusul Bapak mertua di tahun 2010, Mas-mas nyalah yang berusaha menggantikan peran dan tanggung jawab sebagai Orang Tua (meskipun tentu rasanya beda). :'( Alhamdulillah, satu tugas mereka sudah berhasil yaitu mengantarkan adik bungsunya untuk mengabdi bela negara dengan menjadi TNI Angkatan Udara.  :)

Oke... lanjut ke rencana perjalanan kali ini ya.. Pukul 03.00 pagi, saya bangunkan paksa Dirgasena. Karena memang rencananya kami akan berangkat start dari rumah (Geneng, Ngawi) sekitar pukul 04.30 selesai shalat subuh. Waktu tempuh antara rumah kami ke Solo berkisar 2 (dua) jam-an. Sesuai jadwal yang tertera di undangan, acara akan dimulai pada pukul 08.00 dan para undangan dimohon untuk sudah berada di lokasi 30 menit sebelum acara dimulai.

Tapi apa mau dikata, kami baru meluncur dari rumah sekitar pukul 05.15. Yang bertindak sebagai Juru Kemudi kali ini adalah Bapak saya. Maklumlah..suami belum gape nyetir. Katanya, nunggu kalau sudah punya mobil sendiri aja..Hehe.. So..buat pembaca tulisan ini, Minta Doanya ya, biar kami bisa segera memiliki mobil sendiri. Aammiinn.. ;)

Bismillah.. kamipun meluncur. Namun belum ada setengah perjalanan, Akungnya Dirgasena merasa ada yang salah dengan kondisi mobil yang kami kendarai. Kemudian berhentilah kami di Pom Bensin GondangLegi, Mantingan sembari akung mengecek kembali kondisi mobil. Akung pun tidak menemukan hal yang ganjil di body mobil, dan memutuskan untuk melanjutkan kembali perjalanan kami.

Ketika sudah melewati Sragen dan mulai memasuki kota Solo, kami sudah diliputi rasa was-was. Kenapa tidak?? Waktu sudah menunjukkan pukul 07.15 tetapi kami belum berada di lokasi. Semakin was-waslah kami ketika Akung memberhentikan mobil dipinggir jalan, lalu berkata "Ban e gembos lee...ketoke bocor kena paku". Wadoohh... serempak kita tepok jidat berjamaah.
Bersyukurnya, sekitar 100m dari tempat kami berhenti ada pangkalan tukang tambal ban. Dan Alhamdulillah lagi, hanya kurang dari 5 menit ban sudah REBES!!! alias BERES!! Kok cepet?? Kan pake Tubeless.. Gak ada 5 menit masalah teratasi. Hehe.. ^_^ Lanjuuuttt....
Tepat pukul 07.45 menit kami sampai di Pangkalan. Parkiran sudah penuh oleh kendaraan para keluarga siswa yang lain. Mulai dari Mobil kelas mewah, kelas menengah, hingga Mobil Legendaris pun ada..*tunjuk mobil akung* Xixiixii...

Mobil Legendaris "Akung"


Dan ternyata, sesampainya disana kami sudah dilarang masuk euy... hikz. Padahal kami sudah berusaha lari sprint dari parkiran ke lokasi acara. Mana saya waktu itu pakai high heels pula. *tersiksa* Okelah.. Dilarang masuk tribun tak apa, toh kami masih bisa berkeliaran di sekitar lapangan untuk melihat acara yang sedang berlangsung.

"Tak ada rotan, akar pun jadi. Tak dapat kursi di tribun, ndodok di rumput pun bole..bole..bole.." :p
Upacara pembukaan sudah siap dilaksanakan. Pasukan pembawa bendera merah putih sudah bersiap-siap memasuki lapangan upacara. Berhubung lokasinya dekat sekali dengan saya, sempatkan ambil pict dulu lah ya.. xixii..

Pataka bersiap memasuki lapangan upacara


Baru tahu setelah acara selesai, kalau ternyata salah seorang yang ada disitu adalah Pak ketua kelas saya waktu di SMP. Haha.. dah lama banget gak ketemu ya pakde.. sampai pangling :p Lanjooott...

Setelah upacara pembukaan selesai, sudah resmi dan SAH lah para siswa baru TNI AU ini menyandang predikat sebagai Tentara Angkatan Udara Republik Indonesia. New Soldiers ini pun beranjak lari ke area belakang lapangan. Beberapa menit kemudian.. Terdengar suara derap sepatu para mereka memasuki lapangan dengan seruan,"HAH!! HUH!! HOO!!!" Entah apa sebenarnya yang mereka serukan namun memang hanya suara itu yang bisa saya tangkap dan artikan. Hehe.. Lalu sorak sorai penonton yang sebagian besar merupakan keluarga mulai membahana dan bertepuk tangan.

Mereka pun mulai menunjukkan aksinya. Ada yang bergelantungan di pohon, ada yang meluncur dari seutas tali, ada juga yang sedang memperagakan simulasi penyergapan sarang teroris. Suara "DEBBUUMMM!!!" terdengar sangat kencang ditelinga, begitu juga aroma bubuk mesiu yang menggelitik indera penciuman. Melihat atraksi yang dilakukan para tentara baru ini, memunculkan rasa bangga di hati saya.

Bangga menjadi bagian dari keluarga TNI
Bangga menjadi bagian dari NKRI
Karena merekalah ujung tanduk Pertahanan Negara
Mereka rela ditempatkan di wilayah terpencil Indonesia
Mereka rela menduakan keluarga demi Negara
tetapi,, masih saja ada yang meremehkan mereka dengan sia sia :(

Siswa baru TNI AU berjoged ala Cita Citata

Ada yang unik dan lucu pada performance tentara baru ini. Berjoged ala Cita Citata! Sakitnya tuh disini...didalam hatiku... seerrr seerrr.. Tapi tentunya Joged ala Tentara beda dong dengan jogednya para artis dangdut. Harus saya akui, Joged mereka lebih seksi. hehe.. ^_^v Sebenarnya ingin saya tampilkan videonya di blog ini, tapi apa daya... saya masih pemula dan belum tahu cara memasukkan file video ke dalam postingan. Kalau teman-teman pembaca ada yang mau membantu, silakan tulis komen di bawah postingan ini ya.. Makasih..

Di akhir acara, dimana Tentara baru ini masih di posisi berdiri tegap dan berbaris rapi di lapangan, Komandan Upacara mempersilakan keluarga masuk ke lapangan untuk mencari dan menemukan anak, adik, ataupun sodaranya yang saat itu dilantik. Saya yang saat itu terpisah dari suami dan keluarga yang lain (karena sibuk mendokumentasikan acara) berusaha mencari dan menemukan Tegar seorang diri. Bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. Bagaimana tidak?? Berdiri ratusan tentara dengan postur yang hampir serupa, sama tinggi, sama besar, dan dengan muka yang dicoreng pakai oli hitam. Belum lagi ratusan keluarga undangan yang mulai menyerbu lapangan. Woohooo...rasanya ingin sekali ku lepas ini high heels biar tidak merepotkan pencarian. Tidak berselang lama, Aahaa... akhirnya bisa saya temukan juga tuh bocah. Tapi tidak secara langsung sih, karena yang saya lihat suami, bapak, dan adik ipar saya yang sudah lebih dulu menemukan posisi Tegar. Hahahaa...

Tegar Wahyudiyanto


Rasa haru langsung menyeruak ketika melihat sosoknya pertama kali memakai seragam itu. Mata ini terasa panas seakan akan air mata ini hendak tumpah ruah. Karena yang ada di pikiran saat itu adalah "Oalah Lee...Lee... Di Acara Pelantikanmu saat ini, tak ada Pelukan Bapak dan Ibu yang menemanimu disini. Hanya kami. mbak mas mu dan simbah yang berusaha ada di sini." Tapi kami semua tahu, namamu sudah cukup menggambarkan bahwa kamu lebih TEGAR dibandingkan kami. :)
(ki-ka) Suami, Dirgasena, Panji, Ibu, Tegar, Watik (Adik Ipar), Sigit (Adik Suami)

Trio Musketeers
Ki-ka : Suami (anak pertama), Tegar (anak ketiga), Sigit (anak kedua)



Dengan berakhirnya foto session ini, berakhir pula rangkaian Acara Pelantikan Tentara Tamtama AU Angkatan ke-67. Keluarga di persilakan kembali meninggalkan lapangan upacara. Sedangkan untuk para tentara baru, mereka masih ada himbauan dan pengumuman kejuruan dari pelatih. Jadi, sembari menunggu Tegar menyelesaikan rangkaian acara lainnya, kami pun beristirahat dan makan siang demi mendiamkan cacing-cacing di perut yang sudah berteriak minta makan. :D

Leyeh leyeh disik

Berikut beberapa foto yang diambil setelah Upacara Pelantikan selesai :

Pembagian Barisan sesuai dengan kejuruan masing-masing Dirgasena mejeng sambil ngowoh


Jabat tangan perpisahan dan ucapan Terimakasih kepada para Pelatih

Narsis dulu dengan bocahku

SPECIAL BONUS :
Tegar Wahyudiyanto

 Congratz ya Lee...
Sekarang sudah resmi menjadi Tentara Angkatan Udara Republik Indonesia
Harus lebih Mandiri, Berani, dan Tegas!
Siap ditugaskan dimanapun demi NKRI
Jaga nama baik Keluarga, Almamater, dan Negara
Bukan sekedar Bangga memakai Seragam,
tapi Tanggung Jawab dan Loyalitas terhadap Negara itu harus diutamakan

Andaikata Alm.Bpk & Almh. Ibu bisa merasakan, pasti beliau bangga dengan Bungsunya :)


No comments:

Post a Comment