"Kriiiinngg....kriingg....krriiingg...."
Hooahhmmm.. Alarm hape sudah berkoar koar membangunkan majikannya.
Melirik sejenak ke jam dinding yang baru merangkak naik ke angka 2 (dua).
Yapz! Pukul 02.00 WIB dini hari saya
dibangunkan paksa oleh si GalFame. Ada beberapa aktivitas yang wajib saya selesaikan di
pagi ini. Menyiapkan pakaian suami, Dirgasena, dan saya sendiri. Begitupun
dengan perlengkapan apa saja yang kami butuhkan nanti. Suami dan Dirgasena
(3thn 10bln) tentunya masih terlelap di peraduan.
Hari ini, Selasa 11 November 2014
kami berencana menghadiri Acara Pelantikan adik kami, Tegar Wahyudiyanto
di Solo. Tepatnya di Pangkalan
TNI AU Adi Soemarmo. Suami yang selama ini bertugas di
Makassar, rela pulang ke Ngawi menyempatkan waktu untuk acara ini. Sekedar
info, Tegar adalah anak bungsu dari tiga bersaudara (Trio Musketeers, karena
laki semua :D ) dan suami merupakan anak pertama. Sejak Ibu mertua meninggal
sekitar 10 tahun yang lalu dan kemudian disusul Bapak mertua di tahun 2010,
Mas-mas nyalah yang berusaha menggantikan peran dan tanggung jawab sebagai
Orang Tua (meskipun tentu rasanya beda). :'( Alhamdulillah, satu tugas mereka
sudah berhasil yaitu mengantarkan adik bungsunya untuk mengabdi bela
negara dengan menjadi TNI Angkatan Udara. :)
Oke... lanjut ke rencana perjalanan kali
ini ya.. Pukul 03.00 pagi, saya bangunkan paksa Dirgasena.
Karena memang rencananya kami akan berangkat start dari rumah (Geneng, Ngawi)
sekitar pukul 04.30 selesai shalat subuh. Waktu tempuh antara rumah kami
ke Solo berkisar 2 (dua) jam-an. Sesuai jadwal yang tertera di undangan,
acara akan dimulai pada pukul 08.00 dan para undangan dimohon untuk sudah
berada di lokasi 30 menit sebelum acara dimulai.
Tapi apa mau dikata, kami baru
meluncur dari rumah sekitar pukul 05.15. Yang bertindak sebagai Juru Kemudi
kali ini adalah Bapak saya. Maklumlah..suami belum gape nyetir. Katanya, nunggu
kalau sudah punya mobil sendiri aja..Hehe.. So..buat pembaca tulisan ini, Minta
Doanya ya, biar kami bisa segera memiliki mobil sendiri. Aammiinn.. ;)
Bismillah.. kamipun meluncur. Namun
belum ada setengah perjalanan, Akungnya Dirgasena merasa ada yang salah dengan
kondisi mobil yang kami kendarai. Kemudian berhentilah kami di Pom Bensin
GondangLegi, Mantingan sembari akung mengecek kembali kondisi mobil. Akung pun
tidak menemukan hal yang ganjil di body mobil, dan memutuskan untuk melanjutkan
kembali perjalanan kami.
Ketika sudah melewati Sragen dan mulai
memasuki kota Solo, kami sudah diliputi rasa was-was. Kenapa tidak?? Waktu
sudah menunjukkan pukul 07.15 tetapi kami belum berada di lokasi. Semakin
was-waslah kami ketika Akung memberhentikan mobil dipinggir jalan,
lalu berkata "Ban e gembos lee...ketoke bocor kena paku".
Wadoohh... serempak kita tepok jidat berjamaah.
Bersyukurnya, sekitar 100m dari tempat
kami berhenti ada pangkalan tukang tambal ban. Dan Alhamdulillah
lagi, hanya kurang dari 5 menit ban sudah REBES!!! alias BERES!! Kok
cepet?? Kan pake Tubeless.. Gak ada 5 menit masalah teratasi. Hehe..
^_^ Lanjuuuttt....
Tepat pukul 07.45 menit kami sampai di
Pangkalan. Parkiran sudah penuh oleh kendaraan para keluarga siswa yang lain.
Mulai dari Mobil kelas mewah, kelas menengah, hingga Mobil Legendaris pun
ada..*tunjuk mobil akung* Xixiixii...
Mobil Legendaris "Akung"
Dan ternyata, sesampainya disana kami
sudah dilarang masuk euy... hikz. Padahal kami sudah berusaha lari sprint dari
parkiran ke lokasi acara. Mana saya waktu itu pakai high heels pula. *tersiksa*
Okelah.. Dilarang masuk tribun tak apa, toh kami masih bisa berkeliaran di
sekitar lapangan untuk melihat acara yang sedang berlangsung.
"Tak ada rotan, akar pun jadi. Tak
dapat kursi di tribun, ndodok di rumput pun bole..bole..bole.." :p
Upacara pembukaan sudah siap
dilaksanakan. Pasukan pembawa bendera merah putih sudah bersiap-siap memasuki
lapangan upacara. Berhubung lokasinya dekat sekali dengan saya, sempatkan ambil pict dulu lah ya.. xixii..
Pataka bersiap memasuki lapangan upacara
Baru tahu setelah acara selesai, kalau
ternyata salah seorang yang ada disitu adalah Pak ketua kelas saya waktu di
SMP. Haha.. dah lama banget gak ketemu ya pakde.. sampai pangling :p
Lanjooott...
Setelah upacara pembukaan selesai, sudah
resmi dan SAH lah para siswa baru TNI AU ini menyandang predikat sebagai
Tentara Angkatan Udara Republik Indonesia. New Soldiers ini pun beranjak lari ke area belakang lapangan.
Beberapa menit kemudian.. Terdengar suara derap sepatu para
mereka memasuki lapangan dengan seruan,"HAH!! HUH!! HOO!!!"
Entah apa sebenarnya yang mereka serukan namun memang hanya suara itu yang bisa
saya tangkap dan artikan. Hehe.. Lalu sorak sorai penonton yang sebagian besar
merupakan keluarga mulai membahana dan bertepuk tangan.
Mereka pun mulai menunjukkan
aksinya. Ada yang bergelantungan di pohon, ada yang meluncur dari seutas tali,
ada juga yang sedang memperagakan simulasi penyergapan sarang teroris. Suara
"DEBBUUMMM!!!" terdengar sangat kencang ditelinga, begitu
juga aroma bubuk mesiu yang menggelitik indera penciuman. Melihat atraksi
yang dilakukan para tentara baru ini, memunculkan rasa bangga di hati
saya.
Bangga menjadi bagian dari keluarga TNI
Bangga menjadi bagian dari NKRI
Karena merekalah ujung tanduk Pertahanan
Negara
Mereka rela ditempatkan di wilayah
terpencil Indonesia
Mereka rela menduakan keluarga demi
Negara
tetapi,, masih saja ada yang
meremehkan mereka dengan sia sia :(
Siswa baru TNI AU berjoged ala Cita Citata
Ada yang unik dan lucu pada performance tentara baru ini. Berjoged ala Cita Citata!
Sakitnya tuh disini...didalam hatiku... seerrr seerrr.. Tapi tentunya Joged ala
Tentara beda dong dengan jogednya para artis dangdut. Harus saya akui, Joged
mereka lebih seksi. hehe.. ^_^v Sebenarnya ingin saya tampilkan videonya
di blog ini, tapi apa daya... saya masih pemula dan belum tahu cara memasukkan
file video ke dalam postingan. Kalau teman-teman pembaca ada yang mau membantu,
silakan tulis komen di bawah postingan ini ya.. Makasih..
Di akhir acara, dimana Tentara baru
ini masih di posisi berdiri tegap dan berbaris rapi di lapangan, Komandan
Upacara mempersilakan keluarga masuk ke lapangan untuk mencari dan
menemukan anak, adik, ataupun sodaranya yang saat itu dilantik. Saya yang
saat itu terpisah dari suami dan keluarga yang lain (karena sibuk
mendokumentasikan acara) berusaha mencari dan menemukan Tegar seorang diri.
Bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. Bagaimana tidak?? Berdiri ratusan
tentara dengan postur yang hampir serupa, sama tinggi, sama besar, dan dengan
muka yang dicoreng pakai oli hitam. Belum lagi ratusan keluarga undangan yang
mulai menyerbu lapangan. Woohooo...rasanya ingin sekali ku lepas ini high heels biar tidak merepotkan pencarian. Tidak berselang lama,
Aahaa... akhirnya bisa saya temukan juga tuh bocah. Tapi tidak secara langsung
sih, karena yang saya lihat suami, bapak, dan adik ipar
saya yang sudah lebih dulu menemukan posisi Tegar. Hahahaa...
Tegar Wahyudiyanto
Rasa haru langsung menyeruak ketika
melihat sosoknya pertama kali memakai seragam itu. Mata ini terasa panas seakan
akan air mata ini hendak tumpah ruah. Karena yang ada di pikiran saat itu
adalah "Oalah Lee...Lee... Di Acara Pelantikanmu saat ini, tak ada Pelukan
Bapak dan Ibu yang menemanimu disini. Hanya kami. mbak mas mu dan simbah yang
berusaha ada di sini." Tapi kami semua tahu, namamu sudah cukup menggambarkan
bahwa kamu lebih TEGAR dibandingkan kami. :)
(ki-ka) Suami, Dirgasena, Panji, Ibu, Tegar, Watik (Adik Ipar), Sigit (Adik Suami)
Trio Musketeers
Ki-ka : Suami (anak pertama), Tegar (anak ketiga), Sigit (anak kedua)
Dengan berakhirnya foto session ini,
berakhir pula rangkaian Acara
Pelantikan Tentara Tamtama AU Angkatan ke-67. Keluarga di persilakan kembali meninggalkan lapangan
upacara. Sedangkan untuk para tentara baru, mereka masih ada himbauan dan
pengumuman kejuruan dari pelatih. Jadi, sembari menunggu Tegar menyelesaikan
rangkaian acara lainnya, kami pun beristirahat dan makan siang demi mendiamkan
cacing-cacing di perut yang sudah berteriak minta makan. :D
Leyeh leyeh disik
Berikut beberapa foto yang diambil
setelah Upacara Pelantikan selesai :
Pembagian Barisan sesuai dengan kejuruan masing-masing Dirgasena mejeng sambil ngowoh
Jabat tangan perpisahan dan ucapan Terimakasih kepada para Pelatih
Narsis dulu dengan bocahku
SPECIAL
BONUS :
Tegar Wahyudiyanto
Congratz ya Lee...
Sekarang sudah resmi menjadi Tentara
Angkatan Udara Republik Indonesia
Harus
lebih Mandiri, Berani, dan Tegas!
Siap
ditugaskan dimanapun demi NKRI
Jaga
nama baik Keluarga, Almamater, dan Negara
Bukan
sekedar Bangga memakai Seragam,
tapi
Tanggung Jawab dan Loyalitas terhadap Negara itu harus diutamakan
Andaikata Alm.Bpk & Almh. Ibu bisa
merasakan, pasti beliau bangga dengan Bungsunya :)